Tanaman yang memiliki nama latin ziziphus mauritinia ini merupakan tanaman tropis dan telah dikenal sejak lama di seluruh belahan dunia. Di Indonesia dikenal dengan nama bidara, dan memiliki banyak manfaat baik dari daun, buah maupun umbinya. Buah bidara kaya akan kandungan vitami C yang lebih tinggi dari pada buah apel dan jeruk. Sementara bunga bidara menjadi sumber nektar bagi lebah, dan kayu bidara dapat digunakan dalam beberapa furnitur kayu. Sebagai tanaman obat bidara banyak diolah sebagai obat herbal dalam bentuk ekstrak. Beberapa jenis penyakit diyakini akan dapat teratasi dengan bidara seperti malaria.

Penyakit malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit protozoa yang menyerang sel darah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anoplest betina. Parasit malaria berkembang biak dalam sel darah merah penderita, dan memiliki gejala sakit kepala, mual muntah dan demam tinggi. Obat herbal berbahan dasar bidara bermanfaat sebagai pencegah malaria karena memberi efek perlindungan terhadap tubuh penderita dari serangan parasit protozoa penyebab malaria. Sementara bagi penderita yang terinfeksi malaria, manfaat bidara adalah mengendalikan metabolisme trigliserida dalam darah penderita malaria.

Trigliserida adalah lemak yang diproduksi oleh pankreas hasil dari metabolisme makanan , dalam jumlah yang normal ia memiliki fungsi penting sebagai sumber energi dan sirkulasi makanan berlemak dalam tubuh. Pada orang yang terinfeksi penyakit malaria jumlah trigliserida mengalami peningkatan yang tinggi. Lonjakan trigliserida yang tinggi akan memicu peningkatan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah, sehingga berpeluang terjadinya komplikasi pada penderita malaria.

Berdasar sebuah penelitian di Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa penderita malaria yang mengkonsumsi ekstrak bidara pada pekan pertama infeksi menunjukkan terjaganya tingkat trigliserid dalam batas wajar, sehingga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top