Di kalangan penggemar koi ada pepatah, memelihara koi dimulai dengan kohaku dan diakhiri dengan kohaku pula. Pertama kali memelihara koi, orang akan memilih kohaku. Kemudian selera bergeser ke koi satu warna dan tiga warna, seperti ogon dan taisho sanke. Setelah itu, selera akan kembali ke kohaku dengan selera kualitas lebih tinggi. Pepatah ini secara tidak langsung menobatkan kohaku sebagai prototipe koi.

Kohaku, prototipe koi. Warnanya mengingatkan orang Jepang pada bendera mereka

Di negara asalnya, Jepang, kohaku merupakan pilihan pertama sebagai koi pengisi kolam taman. Memang tidak seluruh kolam diisi kohaku. Tapi hampir bisa dipastikan, 60% kolam diisi koikohaku, sedangkan sisanya merupakan kombinasi dari koi satu dan tiga warna.

Menurut Desmon Yeoh, pemilik Mainland Tropical Fish Farm di singapura, hal serupa dilakukan juga oleh para penggemar koi di negara yang terkenal dengan simbol lion head-nya ini. Alasannya ialah karena kohaku diangap mewakili semua tipe koi lain.

Di Indonesia

Sedangkan Dragon Fang dari Dragon Koi Centre di Jakarta berpendapat, keuntungan memilih kohaku ialah karena warnanya tidak terlalu banyak. Jadi, cacat sedikit saja bisa langsung terlihat. Demikian juga dengan koi satu warna seperti ogon, platinum ogon, hajiro, platinum doitsu. Selain itu, “Suasana kolam menjadi lebih hidup kalau jumlah kohakulebih banyak”, kata Dragon Fang.

Berdasarkan pengamatan kami di Jakarta, para penggemar koi memang banyak yang memilih kohaku. Tipe ini mendominasi kolam milik Rick Drekka, pengusaha yang terkenal dengan lagu Indonesian Girls-nya. Demikian juga di kolam milik Dr. David Pool, konsultan koi dari Inggris. Bahkan di kolam milik Laurence, hobiis, jumlah kohaku-nya berkisar 70 dari total ikan yang dimilikinya. “Supaya suasananya lebih meriah”, kata Laurence.

Menurut Dragon Fang, pemilihan tipe koi sangat tergantung selera. Kendati demikian ia mengakui, dominasi koi tiga warna dalam satu kolam akan menciptakan kesan gelap.

Kesehatan Koi dan Kualitas Air

Selain tipenya, hal terpenting yang harus diperhatikan waktu memilih koi ialah kesehatan. Hal ini dibenarkan oleh David Pool.

Supaya pengamatan bisa dilakukan secara teliti, mintalah kepada penjual untuk memisahkan koi terpilih di bak plastik. Di tempat terpisah itu akan mudah dibedakan koi yang sakit dan sehat.

Kombinasi tipe koi di kolam tergantung selera, tapi di tempat asalnya, kohaku-lah yang paling duitamakan

Koi yang sakit biasanya akan menyendiri di sudut kolam, insangnya bergerak cepat, dan ‘megap-megap’ seperti kehabisan nafas. Ikan koi yang sakit biasanya disebabkan mutu air yang kurang bagus.

Pilihlah koi yang warnanya cerah. Untuk itu, sebaiknya hindarkan pemilihan koi di bawah sinar lampu karena akan mempengaruhi warna asli koi.

Sebelum memutuskan membeli koi, ada baiknya mempelajari cara menjaga kondisi air. Sebagian besar problem yang dihadapi pemilik koi, biasanya disebabkan oleh pemiliknya, misal suhu air yang tidak pas, kurangnya oksigen, polusi sisa pakan dan kotoran ikan, serta sumber air. Untuk itu, air kolam harus disaring melalui bak-bak filter. Sedikit pengetahuan tentang cara merawat air yang baik, memungkinkan Anda tidak perlu menguras air kolam selamanya.

(Onny Untung)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top