Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pupuk merupakan unsur yang sangat penting dalam dunia kebun, kita perlu pupuk untuk menyuburkan tanaman. Banyak sekali tipe pupuk, ada yang organik maupun pupuk kimia.

Dengan tren menggunakan semua yang serba organik maka tak ketinggalan juga berkebun menggunakan pupuk organik yaitu pupuk yang dibuat dari bahan organik misalnya daun-daunan dan kotoran hewan ternak. Salah satu contoh pupuk organik adalah kompos.

Kompos buatan sendiri di rumah merupakan pupuk organik buatan sendiri yang dijamin lebih bersih. Kenapa? Karena jelas kita tahu  bahan untuk  membuat pupuk tersebut, sampah bersih dari dapur sendiri belum tercemar, tidak sampai membusuk dan belum sempat disambangi lalat . Sehingga kita tidak perlu merasa khawatir memakan sayuran yang dilalap mentah karena menggunakan kompos yang dibuat sendiri. Pembuatan Kompos sendiri di rumah ini  Mudah, Murah, Ramah Lingkungan  dan tidak berbau.
Yuk kita manfaatkan sampah organik di rumah untuk pembuatan kompos, selain mengurangi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir) juga mengurangi biaya berkebun :-).

CARA MEMBUAT KOMPOS SENDIRI DI RUMAH: Alat yang diperlukan dan cara kerjanya

1. Keranjang plastik untuk tempat pengolahan kompos. 
Kita bisa menggunakan keranjang plastik yang biasanya digunakan untuk menampung pakaian kotor di rumah sebelum dicuci. Kenapa keranjang plastik? karena harganya murah dan tahan lama.
Keranjang Plastik 

2. Bantalan sekam @ 2 buah (untuk dasar keranjang dan penutup keranjang), garpu pengaduk, kain penutup keranjang, ditambah lagi Kompos matang sebagai aktivator.




    3. Kardus bekas, dimasukkan ke dalam keranjang, untuk melapisi keranjang
      4. Masukkan bantalan sekam ke dalam dus yang sudah diletakkan kedalam keranjang
        5. Masukkan Kompos matang satu bungkus -/+  4 kg. sebagai starter/aktivator. 
        Catatan: Kompos matang memiliki warna hitam sudah berbau tanah/tidak berbau busuk, kalau dipencet hancur. 

        6. Masukkan sampah dapur, sisa potongan sayuran, kulit buah (kecuali kulit kacang & kulit salak), dan sampah meja (sisa makanan dari meja makan). Bahan sampah tadi potong kecil agar memudahkan penguraian oleh mikroba yang ada dalam kompos matang. Jika makanan berminyak/bersantan sebelum dimasukkan harus dicuci berkali-kali lalu ditiris dahulu. Sampah dapur kulit udang, potongan daging, ayam, dan ikan yang berbau hewani dilarang keras dimasukkan ke keranjang. 
        137805755043005518
        Sampah dapur dimasukkan ke dalam keranjang
        7. Aduk sampah dapur dengan pupuk kompos matang menggunakan garpu. Aduk rata agar fermentasi berjalan dengan baik.
        1378058133355770255

        8. Tutup keranjang dengan bantalan sekam.
        Bantalan sekam berguna untuk meredam bau. Dapat pula dimasukkan kulit jeruk agar kompos yang dihasilkan wangi.

        9. Tutup keranjang dengan kain tipis atau kain tile agar tidak ada binatang kecil yang masuk ke dalam keranjang. Bila prosesnya berjalan dengan benar, suhu didalam keranjang menjadi panas, maka telor binatang kecil perlahan akan segera mati.
        1378058779990163859
        10. Terakhir tutup dengan penutup keranjang dan letakkan di tempat yang terlindung air hujan dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Letakkan keranjang di atas tumpukan bata dan di tempat banyak mendapatkan sirkulasi udara penuh.
        13780589522048668847
        11. Pengisian sampah dapat dilakukan setiap hari, jangan lupa untuk selalu mengaduk sampah setiap selesai pengisian. 

        Proses fermentasi terjadi dengan tanda suhu sampah terasa panas. Artinya mikroba bekerja aktif mengurai sampah / sukses mengurai sampah. Kompos sudah dapat dipanen dalam waktu 2-3 bulan.

        Cara memanen kompos, :
        1. Ambil 1/3 bagian paling atas  yang sudah mulai menghitam sisihkan

        2. Kemudian 2/3 bagian bawah dikeluarkan, diayak

        3. Sisa ayakan kasar dapat dijadikan aktivator kembali, masukkan  kedalam Keranjang bersama yang sepertiga bagian teratas tadi.

        4. Ganti kardus bila telah  hancur/lapuk.
        Selamat mencoba .. dan selamat berkebun :-)

        Sumber: Kompasiana

        0 komentar:

        Posting Komentar

         
        Top