Menanam menggunakan sistem berkebun hidroponik memberikan banyak manfaat dan keuntungan dibandingkan dengan sistem konvensional. Dengan menanam secara hidroponik biasanya tanaman akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat. Lingkungan pertumbuhan di dalam ruangan / di dalam rumah membuat tanaman lebih aman dan terlindungi dari berbagai gangguan hama.

Berkebun secara hidroponik tidak memerlukan perawatan khusus, walaupun demikian Anda harus tetap memperhatikan faktor kebersihan alat hidroponik yang Anda gunakan sehingga Anda dapat memetik semua keuntungan berkebun hidroponik dan alat tsb dapat digunakan berulang kali. Alat hidroponik yang tidak bersih akan mengganggu kesehatan tanaman karena resiko tumbuhnya alga, lumut, jamur dan bakteri. Jika alat hidroponik tsb dibiarkan tidak terawat maka dapat memicu munculnya penyakit tanaman yang berbahaya dan merusak kebun hidroponik Anda.

cara membersikan perangkat hidroponik, agar hidroponik bebas hama, perawatan sistem hidroponik


Cara terbaik untuk menghindari problem di atas adalah dengan cara pencegahan yaitu Anda perlu melakukan pembersihan rutin pada alat hidroponik secara teratur. Dengan membersihkan alat hidroponik secara teratur dan terus menerus maka Anda akan mendapatkan hasil berkebun yaitu panen yang maksimal.

Cara Membersihkan Sistem Hidroponik

Berikut ini adalah 4 cara mudah untuk membersihkan alat hidroponik sehingga alat hidroponik Anda dapat bekerja optimal:

1. Pindahkan Tanaman

Untuk memulai membersihkan alat perangkat hidroponik Anda dimulai dengan memindahkan tanaman ke perangkat hidroponik lain yang memiliki media tanam, larutan nutrisi dan derajat keasaman (pH) yang sama dengan perangkat hidroponik pertama. Membuat kondisi yang sama sangat penting agar tanaman Anda tidak stres dan dapat segera menyesuaikan diri dengan perangkat hidroponik yang baru. Tanaman yang stres akan berakibat fatal tergantung dari seberapa besar perubahan kondisi hidup dan lingkungan sekitarnya.

2. Sterilisasi Perangkat Hidroponik

Sterilisasai perangkat hidroponik dimaksudkan untuk membunuh bibit / hama pengganggu, dapat dilakukan dengan cara perendaman dan pengaliran cairan pembersih. Untuk perangkat hidroponik sederhana misalnya sistem wick, Anda dapat merendamnya dengan larutan pembersih. Namun untuk perangkat hidroponik sistem NFT yang menggunakan pipa, Anda dapat mengaliri pipa tsb menggunakan cairan pembersih. Anda dapat membeli cairan pembersih khusus hidroponik di toko tanaman terdekat atau secara online via internet. Banyak juga orang yang menggunakan cairan klorine untuk membilas perangkat hidroponik. Lakukan perendaman dan pembilasan selama 24 jam atau sehari semalam.

3. Mencuci Dan Membilas Sistem Hidroponik

Setelah proses sterilisasi selesai selanjutnya adalah membilas perangkat hidroponik menggunakan air bersih. Lakukan pembilasan sebanyak 3 kali. Untuk sistem NFT, alirkan air bersih sebanyak 3 kali dan setiap kalinya selama 15 menit. Jangan gunakan air bekas bilasan untuk membilas ulang, tapi selalu gunakan air yang baru setiap kalinya.

4. Menanam Kembali Tanaman Anda

Pindahkan kembali tanaman Anda ke perangkat hidroponik yang telah selesai dibersihkan. Gunakan media tanam dan gunakan perangkat hidroponik tsb secara normal. Lakukan pengawasan pada tanaman dan lihatlah apakah ada tanda-tanda tanaman stress pada hari-hari berikutnya.
Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan tergantung dari kondisi perangkat Anda, biasanya pembersihan perangkat hidroponik dilakukan setiap kali selesai panen dan akan melakukan penanaman kembali.

Referensi: www.powerhousehydroponics.com; photo credit: en.wikipedia.org

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top