Budidaya mawar pada intinya agar selalu terhindar dari berbagai hama adalah dengan merawatnya seintensif mungkin terutama mengenai sanitasi (kebersihan) lingkungan kebun. Pada postingan sebelumnya saya menulis tentang berbagai hama yang selalu menyerang tanaman mawar khususnya pada daun mawarnya disini. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas hama yang selalu menyerang tanaman mawar namun yang lebih sering menyerang pada batang dan akarnya.

Apabila batang mawar Anda rusak dengan indikasi batangnya bolong-bolong sehingga apabila dibiarkan, tanaman mawar akan menjadi layu. Biasanya hal ini disebabkan oleh hama kumbang kecil yang berwarna hitam metalik dengan ukuran tubuh panjangnya sekitar 8 mm. Apabila tanaman sudah terinfeksi hama ini, pengendalian yang bisa Anda lakukan adalah memangkas tanaman yang terserang untuk kemudian dibakar. Solusi lainnya bisa dengan menyemprotkan insektisida jenis Decis 2,5 EC, Bassa 50 EC, Buldok 25 EC atau Atabron 50 EC pada konsentrasi yang disarankan.

Hama lainnya yang menyebabkan tanaman layu dan apabila terus dibiarkan lambat laun akan mengering kemudian mati penyebabnya adalah kutu batang. Kutu ini berukuran sangat kecil sekitar 3 mm. Hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan sel tanaman bagian batang juga daun. Pengendaliannya sama dengan hama kumbang kecil diatas yakni membakar tanaman yang terserang atau bisa juga dengan cara menyemprotkan insektisida jenis Orthene 75 SP, Mitac 200 EC, Decis 2,5 EC, atau Monitor 200 LC pada konsentrasi yang disarankan.

Apabila tanaman mawar Anda pertumbuhannya lambat dalam artian tingginya tidak sesuai alias menjadi kerdil dan terkadang layu, hal ini bisa disebabkan karena akar tanaman terserang hama nematoda akar yang ukurannya tidak dapat dilihat dengan kasat mata melainkan harus menggunakan mikroskop. Serangan hama ini dapat diketahui hanya dari gejala-gejala tadi dan pada bagian akar terdapat bintil-bintil. Solusi untuk mengatasi hama ini dengan cara melakukan pergiliran tanaman serta sterilisasi media tanam. Namun dapat juga menggunakan nematisida (obat kimia) dengan jenis Rugby 10 G, Furadan 3 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam.

Tunas mawar adalah bagian daripada tumbuhan mawar yang baru tumbuh sebagai cikal bakal batang yang nantinya menghasilkan bunga. Biasanya pada budidaya tanaman mawar, agar mendapatkan tunas-tunas yang bagus sehingga kemudian bunganya pun tumbuh dengan bagus, ada teknik “bending” yakni membengkokkan batang-batang yang kurang atau sudah tidak bagus agar muncul tunas baru yang bisa menghasilkan batang yang bagus. Namun, tunas-tunas baru ini rentan juga terhadap hama yakni hama lalat.

Hama lalat yang berwarna coklat kemerah-merahan atau kekuning-kuningan ini berukuran sangat kecil yakni sekitar 1,2 mm. Hama ini menyerang tunas mawar dengan cara bertelur pada tunas-tunas baru sehingga setelah telurnya menjadi larva, mereka merusaknya dengan cara memakannya. Setelah larva-larva tersebut memakan tunas, mereka menjatuhkan dirinya ke tanah dan berubah menjadi lalat dalam waktu kurang lebih satu minggu dan kembali bertelur. Sehingga agar hama lalat ini tidak bertelur pada tunas, maka kembali saya tekankan bahwa lingkungan kebun harus selalu terjaga kebersihannya. Namun apabila sudah terjadi (lalat sudah menyerang), pengendalian yang bisa dilakukan adalah dengan cara membakar/memusnahkan tanaman yang sudah terserang agar larva tidak menyerang tanaman lainnya, atau dengan cara menyemprotkan insektisida jenis Meothrin 50 EC, Ofunack 40 EC atau Agohion 50 EC pada konsentrasi yang disarankan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top