Jenis varietas buah mangga yang ditanam di indonesia cukup beragam, dari yang kualitas lokal maupun varietas imporan banyak di jumpai di Indonesia ini. 

Varietas buah mangga yang beraneka ragam tersebut sebenarnya bisa memunculkan jenis varietas mangga baru jika dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan dikawinkan silang antara varietas mangga satu dengan varietas mangga yang lain. 

Beberapa jenis varietas mangga yang beredar di pasaran antara lain 


Untuk mengenal satu persatu tentang varietas mangga tersebut diatas, kali ini tipspetani akan share tentang  : 




Mangga parked memiliki bentuk lonjong seperti harumanis, dagingnya tebal dengan biji tipis. Rasanya manis dan harum. warna kulitnya merah pada ujung tangkal tangkai.

Mangga parked termasuk jenis mangga dari luar, struktur buahnya empuk dan hampir tanpa serat dan bijinya sangat tipis, itulah yang menyebabkan mangga jenis ini banyak di gemari oleh para penikmat mangga. Perawatan mangga parked tak jauh beda dengan jenis mangga lainnya. Mangga ini termasuk mudah dalam perawatannya dan mencapai buah pertama biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun dari waktu penanaman ( bibit dari okulasi ).

Pohonnya mempunyai cabang-cabang yang kuat dan bentuknya gampang di atur. Buahnya berbentuk lonjong seperti Harum Manis, namun kulitnya berwarna merah pada bagian pangkal ujung tangkainya. Daging buah cukup tebal, berwarna kuning dan berserat halus. Rasanya manis dan aromanya harum.

Tanaman mangga parked termasuk tanaman dataran rendah. Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 0-300 m dpl. Meskipun demikian, tanaman ini juga masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut. Daerah dengan curah hujan antara 750-2.250 mm per tahun dan temperatur 24-27° C merupakan tempat tumbuh yang baik untuk tanaman buah ini. Jenis tanah yang disukainya adalah tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6 dan dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm.

Pemupukan dan Pemeliharaan

Pemupukan dilakukan empat kali dengan selang tiga bulan. Dosisnya meningkat sesuai dengan umur tanaman. Setelah mencapai tinggi 1 m, bibit dipangkas pada perbatasan bidang pertumbuhan agar dapat bercabang banyak. Cabang ini dipelihara 2-3 tunas per cabang. Pemangkasan diulang setelah cabang baru mencapai panjang 1 m, demikian seterusnya hingga diperoleh susunan 1-3-9 cabang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top