Bagaimanakah cara menanam mawar dengan stek? Banyak yang bertanya kepada saya, apakah tanaman mawar dapat diperbanyak dengan cara stek? Jika bisa, bagaimana caranya? Jawabannya tentu saja tanaman mawar itu dapat diperbanyak dengan cara stek, lalu bagaimana caranya? Sangat-amat mudah sekali! Namun terlebih dahulu, kita bahas sedikit mengenai pengertian daripada stek.

Stek merupakan suatu cara perbanyakan tanaman secara buatan dengan melakukan pemotongan dari beberapa bagian tanaman seperti pada batang, daun dan tangkai yang tidak perlu menunggu akar muncul terlebih dahulu (setelah dipotong-potong bagian tanaman tersebut, kemudian tinggal ditanamkan/ditancapkan pada tanah). Contohnya jika Anda memiliki tanaman singkong, potong-potong saja batangnya, lalu tancapkan dan tunggulah beberapa minggu maka dengan sendirinya akan menjadi tanaman singkong baru.

Lalu bagaimana dengan cara menanam mawar dengan stek? Apakah semudah itu juga? Apabila Anda mencari informasi seputar stek mawar melalui online, beberapa cara yang paling populer adalah dengan menggunakan media kentang yakni ujung batangnya ditancapkan pada kentang atau dengan mencelupkan ujung batangnya kepada bubuk hormon akar sebelum ditanam di media tanah/gabah.

Lalu bagaimana cara menanam mawar dengan stek ala kami? Sistem kami lebih sederhana lagi, yakni hanya dengan memotong-motong batang mawar sekira satu jengkal kemudian tancapkan pada media gabah dalam polibag ukuran 20-30 cm yang telah dicampuri dengan pupuk kandang yakni kotoran sapi dan ayam. Namun tentunya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait batang seperti apa yang dapat digunakan?

Batang yang dapat digunakan untuk stek adalah batang mawar yang sudah cukup tua. Dari mana kita tahu batang mawar yang sudah cukup tua? Mudah saja, perhatikanlah warna durinya, jika durinya sudah berwarna hitam, maka batang tersebut dapat digunakan untuk stek seperti pada gambar berikut.
Batang mawar yang durinya sudah hitam
Nah, yang tidak dapat digunakan untuk stek adalah batang yang masih muda, dapat dilihat dari durinya yang masih berwarna merah seperti pada gambar berikut.

Batang mawar yang durinya masih berwarna merah
Potonglah sekitar satu jengkal tangan Anda untuk setiap batang mawar yang durinya berwarna hitam, lalu tancapkan pada polibag yang telah saya jelaskan sebelumnya tepat di tengah-tengah polibag begitu juga kedalamannya. Selesai sudah, Anda tinggal menyimpannya di tempat yang terbuka dan terkena matahari langsung. Siram setidaknya satu kali dalam sehari, jika suhu sedang panas sekali, siramlah 2 kali sehari (pagi dan sore). Dalam waktu 1-2 minggu, biasanya sudah tumbuh daun dan tunas baru dari hasil stek tersebut. Mudah sekali bukan?
Hasil stek mawar pada media polibag
Yup, mudah sekali! Namun, apakah Anda tahu varietas apa saja dari tanaman mawar yang dapat diperbanyak dengan cara stek tersebut? Nah, disinilah masalahnya, berdasarkan pengalaman kami, hanya varietas mawar liar (wild roses) saja-lah yang dapat diperbanyak dengan cara stek tersebut. Mawar liar adalah jenis tanaman merambat, di tempat kami dinamai dengan mawar jadah. Mawar liar yang biasanya kami stek adalah mawar yang seperti pada gambar di bawah ini (entah apa namanya jika dalam bahasa latin).

Mawar liar - merambat
Bunga mawar liar
Jadi, mawar varietas semi holland yang biasa kami jual (yang selalu ada di toko-toko bunga/florist) tidak dapat diperbanyak dengan cara stek? Ya, jawabnya tidak bisa! Kami pernah mencoba melakukan hal tersebut pada varietas mawar semi holland dan mawar lokal (mawar hias pot), namun tidak berhasil (mati). Lalu mengapa kami melakukan stek terhadap mawar liar tersebut? Jawabnya adalah sebagai bahan untuk melakukan teknik okulasi pada varietas mawar semi holland. Apa itu teknik okulasi? Silahkan baca artikel saya sebelumnya yang berjudul Perbanyakan Tanaman Mawar Secara Vegetatif (Mawar Semi Holland).

Itulah tips/bahasan yang dapat saya berikan terkait judul artikel cara menanam mawar dengan stek. Akhir kata, selamat berkebun! Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top