Bagaimana cara menanam mawar dari batang khususnya varietas mawar semi holland? Apakah dengan cara stek, mencangkok, sambung pucuk/enten atau dengan cara rundukan? Tidak ada yang bisa dilakukan dari ke empat cara tersebut walaupun cara stek merupakan salah satu cara permulaan untuk menanam mawar jenis semi holland. Ya, di tempat kami mawar semi holland hanya bisa dikembangkan dengan cara teknik okulasi yakni menempelkan mata tunas yang diambil dari entres mawar semi holland ke batang mawar liar hasil stek.

Nah, peranan stek disini bukanlah mawar varietas semi holland yang langsung di stek untuk diperbanyak. Cara menanam mawar dari batang untuk varietas semi holland memang terbilang unik dan agak rumit. Peranan stek disini adalah sebagai bahan tempelan mata tunas varietas semi holland untuk batang mawar liar yang pada nantinya akan tumbuh tanaman mawar tunggal dan tidak merambat seperti mawar liar yang tumbuh merambat dan bunganya ganda (tidak tunggal). Hasil stek daripada mawar liar sebagai bahan okulasi (batang bawah) biasa kami sebut dengan jadah mawar, Anda dapat membaca bagaimana cara melakukan stek pada mawar liar tersebut di artikel saya sebelumnya yang berjudul Cara Menanam Mawar Dengan Stek.

Setelah rangkaian stek mawar liar berhasil dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengambil entres jenis mawar semi holland. Lalu apa yang disebut dengan entres? Entres (batang atas) adalah tunas muda yang diambil dari tanaman induk mawar semi holland yang memiliki mata tunas untuk dijadikan bahan okulasi. Walaupun sebenarnya mata tunas dapat diambil dari batang yang agak tua, namun pada batang tua sulit dibedakan mana mata tunas yang baik dan tidak, sedangkan pada batang muda, mata tunas tampak lebih jelas dan kualitasnya baik. Pada gambar di bawah dapat dilihat seperti apa itu entres mawar semi holland dan seperti apa bentuk mata tunasnya.

Entres mawar semi holland
Mata tunas mawar semi holland
Mata tunas pada entres mawar semi holland yang pada gambar di atas ditandai dengan lingkaran merah, biasanya terdapat 7-10 mata tunas untuk setiap entres. Sehingga dari 10 entres bisa menjadi bibit mawar/tanaman mawar semi holland baru sebanyak 70-100 tanaman, dari 100 entres bisa menjadi tanaman mawar semi holland baru sebanyak 700-1000 tanaman. Oleh karena itu, cara menanam mawar dari batang dimana dilakukan dengan teknik okulasi yakni perpaduan antara mawar liar dan semi holland merupakan teknik konvensional yang paling cepat untuk memperbanyak mawar semi holland dibandingkan dengan cara menanam mawar dari biji.


Walaupun begitu, kata “cepat” disini membutuhkan waktu kurang lebih selama 2 bulan dari awal melakukan stek mawar liar, menempelkan mata tunas semi holland hingga akhirnya tumbuh tunas ba
ru yakni tunas mawar semi holland yang sudah dapat ditanam pada media baru. Akan tetapi jika dibandingkan dengan cara memperbanyaknya melalui biji yang bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun, waktu 2 bulan tersebut dapat dibilang cepat. Lalu, setelah 2 bulan lamanya bibit mawar semi holland tumbuh, dia akan mulai menghasilkan bunga sejati pertamanya dengan perawatan khusus selama kurang lebih 4-5 bulan. Setelah terus menghasilkan bunga-bunganya yang cantik, dengan perawatan khusus, tanaman mawar semi holland dapat bertahan 5-7 tahun kecuali perawatannya kurang baik, yakni biasanya umur 2 tahun sudah rusak.

Itulah mengapa bunga mawar merupakan salah satu bunga potong yang bernilai cukup tinggi dalam hal ekonomi, dikarenakan bunganya yang indah (ratunya bunga) juga perawatannya tidaklah mudah. Lalu bagaimana cara menanam mawar dari batang dengan teknik okulasi khususnya mawar semi holland ini dapat Anda pelajari lebih rinci? Silahkan berkunjung ke situs Puslitbanghorti, semoga bermanfaat dan selamat berkebun!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top